Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Jelang HUT RI

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Jelang HUT RI - JakartaReport.com

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya kabar yang beredar melalui media sosial menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Agus menyampaikan imbauan tersebut setelah mengikuti rapat bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin. Menurut dia, penyebaran informasi tanpa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang beredar di ruang digital. Agus juga mengajak warga menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa terpengaruh kabar yang belum terbukti kebenarannya.

Menurut Panglima TNI, stabilitas keamanan perlu dijaga bersama, terutama menjelang momentum nasional yang akan diperingati pada 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan, kata dia, seharusnya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga suasana tetap kondusif.

TNI terus melakukan pemantauan keamanan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, TNI berkoordinasi dengan Polri serta berbagai unsur masyarakat.

Agus menegaskan bahwa aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi wilayah tetap aman selama rangkaian peringatan kemerdekaan berlangsung. Pada saat yang sama, peran masyarakat dinilai penting dengan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang dapat memicu keresahan.

Ia mengajak masyarakat menyambut HUT ke-81 RI dengan suasana positif dan penuh kebersamaan. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya arus informasi di media sosial menjelang perayaan kemerdekaan. Masyarakat diharapkan memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum mempercayainya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran kabar palsu.

Website |  + posts

Penulis media yang fokus pada hiburan, budaya digital, dan perkembangan media online.