Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan organisasi digital untuk mempercepat pembangunan konektivitas digital nasional yang aman, inklusif, dan berdaya saing. Melalui tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”, forum ini menegaskan pentingnya infrastruktur digital sebagai fondasi menuju kemandirian teknologi nasional.
Penyelenggaraan DTI-CX 2026 diarahkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital yang tidak hanya mampu menghubungkan masyarakat, tetapi juga mendukung perlindungan data, keamanan siber, dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa transformasi digital harus ditopang oleh teknologi yang inovatif, aman, serta bertanggung jawab. Menurutnya, berbagai investasi di sektor digital perlu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat masa depan Indonesia.
DTI-CX 2026 diselenggarakan pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemkomdigi, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), serta Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia (PMSM).
Selain konferensi utama, rangkaian kegiatan juga mencakup Data Center Tech Indonesia (DCTI-CX), Digital Transformation Indonesia Human Resource (DTI-HR), serta Cyber Resilience & Defense Conference & Expo (CRD-CX). Berbagai forum tersebut membahas isu strategis mulai dari pengembangan kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, pusat data, hingga transformasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam era ekonomi digital.
Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menilai Indonesia perlu mempercepat pembangunan teknologi strategis agar mampu bersaing secara regional maupun global. Ia menekankan pentingnya percepatan implementasi jaringan 5G, pengembangan teknologi post-quantum cryptography, serta pemanfaatan non-terrestrial network berbasis satelit sebagai bagian dari penguatan konektivitas nasional.
Pelaksanaan DTI-CX 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Postel ke-81, sehingga menjadi momentum mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam sektor telekomunikasi dan digital.
Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026, Theodorus Wintoko, mengatakan forum tersebut mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan industri untuk mempercepat inovasi digital. Menurutnya, peluang pengembangan industri telekomunikasi Indonesia masih sangat besar, namun harus diimbangi dengan peningkatan daya saing agar mampu berkompetisi di tingkat internasional.
Penulis media yang fokus pada hiburan, budaya digital, dan perkembangan media online.
