Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas dedikasi Polisi Wanita (Polwan) dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat di Jawa Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Polisi Wanita Republik Indonesia yang tahun ini mengangkat tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”. Menurut dia, peran Polwan semakin penting dalam membangun rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Khofifah menilai tugas Polwan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan yang humanis. Sikap tegas dalam menjalankan tugas, menurutnya, dapat berjalan bersamaan dengan empati, kepedulian, dan kepekaan terhadap persoalan sosial.
“Seorang Polwan, di mana pun ia bertugas, dapat menghadirkan dampak yang luar biasa. Ketegasan dalam menjalankan tugas yang disertai empati dan kepekaan sosial menjadikan Polwan semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa.
Ia menyebut Polwan memiliki posisi strategis sebagai penghubung komunikasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat. Peran tersebut dinilai semakin penting ketika polisi menangani kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak, yang membutuhkan pendekatan lebih sensitif dan komunikatif.
Menurut Khofifah, dampak pengabdian Polwan tidak selalu terlihat melalui operasi besar atau penanganan perkara berskala luas. Tindakan sederhana seperti membantu korban berani menyampaikan persoalan, memberikan rasa aman kepada anak, atau mendampingi keluarga yang menghadapi masalah juga merupakan bagian penting dari pelayanan kepolisian.
“Ketika seorang Polwan mampu membuat satu korban berani berbicara, satu anak merasa terlindungi, atau satu keluarga kembali memiliki harapan, di situlah dampak luar biasa tersebut hadir,” katanya.
Khofifah juga mendorong Polwan terus meningkatkan kemampuan menghadapi perubahan lingkungan keamanan. Penguasaan teknologi, literasi digital, komunikasi publik, serta kemampuan membangun kerja sama dengan masyarakat dinilai menjadi kompetensi penting di tengah perkembangan tantangan keamanan.
Ia menekankan bahwa ancaman terhadap masyarakat semakin beragam seiring perkembangan teknologi. Karena itu, Polwan perlu memiliki kemampuan adaptasi yang kuat sekaligus menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain menjalankan fungsi kepolisian, Khofifah mengapresiasi kontribusi Polwan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Peran tersebut mencakup penanganan bencana, pengaturan lalu lintas, edukasi kepada pelajar, hingga pendampingan masyarakat.
Pelayanan kepada masyarakat, lanjutnya, juga dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari. Respons cepat terhadap pengaduan, kesediaan mendengarkan, serta sikap ramah menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Khofifah berharap seluruh Polwan terus memperkuat pengabdian dan berkontribusi dalam mewujudkan Polri yang responsif, inklusif, berintegritas, serta semakin dipercaya publik. Ia juga berharap setiap tugas yang dijalankan Polwan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
Penulis media yang fokus pada hiburan, budaya digital, dan perkembangan media online.
