Gempa Kolombia Jadi Pelajaran Risiko Bangunan Perkotaan

Gempa Kolombia Jadi Pelajaran Risiko Bangunan Perkotaan - JakartaReport.com

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026 menjadi gambaran penting mengenai risiko kegagalan bangunan di kawasan perkotaan. Pakar Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menilai karakter gempa tersebut menunjukkan bagaimana guncangan kuat dapat memicu kerusakan serius pada struktur bangunan yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa.

Menurut Daryono, gempa Chocó tersebut merupakan gempa intraslab, yakni guncangan yang terjadi di dalam lempeng yang menunjam. Sumbernya berasal dari deformasi Lempeng Nazca yang bergerak di bawah Lempeng Amerika Selatan, bukan dari bidang pertemuan antarlempeng atau megathrust.

Gempa tercatat terjadi pada 10 Agustus pukul 19.34 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di selatan San José del Palmar pada kedalaman 110,3 kilometer. Data sementara menyebut bencana tersebut menyebabkan 132 orang meninggal dunia.

Daryono menjelaskan, karakteristik gempa intraslab dapat menghasilkan gelombang seismik berfrekuensi tinggi yang merambat secara efisien melalui lempeng yang relatif dingin dan padat. Kondisi itu dapat menghasilkan percepatan tanah tinggi sehingga bangunan bertingkat menghadapi beban lateral yang besar.

Kerusakan dapat berkembang ketika struktur bangunan tidak mampu menahan pergeseran antar-lantai. Kondisi tersebut berpotensi memicu kegagalan lantai lemah atau soft-story failure, kemudian berkembang menjadi keruntuhan progresif hingga struktur bangunan runtuh secara bertingkat.

Material bangunan yang jatuh juga dapat menimbulkan bahaya tambahan di kawasan padat. Debu dari reruntuhan berpotensi mengurangi jarak pandang, sementara kerusakan jaringan energi dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Menurut Daryono, pengalaman Kolombia relevan bagi Indonesia karena kedua negara memiliki sistem subduksi dengan karakteristik tertentu yang perlu dipahami dalam mitigasi gempa. Risiko tidak hanya berkaitan dengan kekuatan guncangan, tetapi juga kualitas bangunan dan kepadatan kawasan.

Karena itu, ia mendorong audit penerapan standar bangunan tahan gempa, pemetaan risiko seismik, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap dampak lanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi korban dan kerugian ketika gempa kuat terjadi di kawasan perkotaan.

Website |  + posts

Penulis media yang fokus pada hiburan, budaya digital, dan perkembangan media online.