Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat tenaga kerja perlu terus memperbarui keterampilannya agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menilai peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting, termasuk bagi teknisi ponsel yang menghadapi tuntutan pekerjaan semakin spesifik.
Afriansyah mengatakan pekerjaan teknisi ponsel saat ini telah berkembang melampaui aktivitas perbaikan perangkat. Teknisi dituntut memiliki kemampuan teknis yang lebih presisi, ketelitian tinggi, serta kecakapan tangan untuk menangani pekerjaan seperti micro-soldering.
Selain kemampuan teknis, keterampilan memecahkan masalah dan kedisiplinan juga menjadi bagian penting dari standar profesi tersebut. Menurut Afriansyah, perubahan kebutuhan industri membuat kompetensi teknisi perlu memiliki ukuran yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mendorong penguasaan keterampilan yang sebelumnya banyak dibuktikan melalui pengalaman kerja agar semakin diperkuat dengan sertifikasi. Pengakuan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian mengenai kemampuan seorang teknisi sekaligus meningkatkan profesionalisme profesi.
Pemerintah, kata Afriansyah, memiliki peran dalam menyediakan kebijakan dan pelatihan. Sementara itu, industri dapat memberikan gambaran mengenai standar keterampilan yang dibutuhkan sekaligus menjadi pengguna tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi tersebut.
Peningkatan kemampuan juga tidak cukup dilakukan sekali melalui pendidikan atau pelatihan. Afriansyah menekankan proses pengembangan kompetensi harus berlangsung secara berkelanjutan karena teknologi dan kebutuhan dunia kerja terus berubah.
Dalam pengembangan profesi, kompetisi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan aspek yang masih perlu diperbaiki. Setelah itu, peningkatan keterampilan dan sertifikasi dapat dilakukan untuk memenuhi standar kerja yang lebih tinggi.
Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi turut mendukung Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang diselenggarakan Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).
Ajang tersebut mempertemukan teknisi, pelaku industri, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan kapasitas profesi. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya juga menilai keberadaan teknisi telepon seluler bersertifikasi dapat membuka peluang bagi berkembangnya ekosistem profesi tersebut.
Reporter editorial yang membahas politik, pemerintahan, dan isu sosial secara faktual.
