Semarang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggandeng 1.134 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) sebagai relawan antinarkoba dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini bertujuan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus mendukung upaya pencegahan di tingkat desa.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat mengatakan para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, dan Grobogan. Selama menjalankan KKN, mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan edukasi mengenai bahaya narkoba.
Menurut Agus, pelibatan mahasiswa merupakan bagian dari implementasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta mendapatkan pembekalan agar mampu menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan melahirkan berbagai inovasi dan aksi nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
BNN Jawa Tengah juga mendorong mahasiswa memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan konten edukatif, kreatif, dan inspiratif mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjangkau masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Rektor Universitas PGRI Semarang Sapto Budoyo menilai kerja sama dengan BNN menjadi strategi yang tepat karena mahasiswa memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat selama program KKN berlangsung.
Menurutnya, KKN tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi di lingkungan masyarakat.
Berdasarkan data Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba 2023–2025, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk. Data tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat program edukasi serta pencegahan di berbagai daerah.
