Lebih dari 212.000 warga negara Rusia menggunakan hak pilih mereka dari luar negeri dalam pemilihan anggota Duma Negara atau majelis rendah parlemen Rusia. Jumlah tersebut tercatat hingga Minggu pukul 19.00 waktu Moskow dan mencakup pemungutan suara awal serta pemungutan suara selama tiga hari.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Evgeny Ivanov mengatakan proses pemungutan suara di luar negeri telah selesai dan penghitungan suara sedang berlangsung. Ia memperkirakan jumlah akhir pemilih di luar negeri akan melampaui angka pada pemilihan Duma 2021 yang tercatat sekitar 192.000 pemilih.
Pemungutan suara bagi warga Rusia di luar negeri digelar melalui jaringan perwakilan diplomatik. Data yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia menunjukkan terdapat 326 tempat pemungutan suara di 152 negara. Selain itu, dilakukan 121 pemungutan suara awal secara langsung di lokasi dengan konsentrasi warga Rusia, yang diikuti lebih dari 25.000 orang.
Di Indonesia, pemungutan suara berlangsung di Jakarta dan Denpasar. Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melaporkan lebih dari 200 warga Rusia memberikan suara dalam pemilihan tersebut. Sebelumnya, pihak kedutaan memperkirakan sekitar 500 warga Rusia dapat menggunakan hak pilih di TPS Jakarta.
Sementara itu, jumlah pemilih di beberapa negara lain juga cukup besar. Di Mesir, lebih dari 5.000 warga Rusia memberikan suara di tiga TPS. Di Yerevan, Armenia, hampir 3.800 pemilih menggunakan hak suaranya, sedangkan di Kirgistan tercatat 2.619 pemilih. Uzbekistan mencatat lebih dari 2.000 pemilih dan Dubai lebih dari 1.700 pemilih.
Pemungutan suara Duma Negara berlangsung bersamaan dengan sejumlah pemilihan regional di Rusia pada 18–20 September 2026. Dalam pemilu tersebut, warga memilih anggota parlemen nasional sekaligus mengisi berbagai jabatan dan kursi legislatif daerah. Secara keseluruhan, sekitar 20.700 kursi legislatif dan jabatan terpilih diperebutkan.
Ivanov menilai tingginya jumlah pemilih di luar negeri menunjukkan warga Rusia tetap berpartisipasi dalam proses politik. Pernyataan tersebut merupakan penilaian pemerintah Rusia dan disampaikan di tengah adanya kritik serta perbedaan pandangan mengenai proses pemilu Rusia.
Di sisi lain, Reuters melaporkan sejumlah warga Rusia yang tinggal di luar negeri menggunakan pemilu tersebut untuk menyampaikan sikap politik mereka, termasuk sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah dan perang di Ukraina.
Dengan selesainya pemungutan suara di luar negeri, seluruh suara kemudian memasuki tahap penghitungan dan rekapitulasi sebelum digabungkan dengan hasil pemilu di dalam Rusia.
Jurnalis gaya hidup dan pariwisata yang mengangkat budaya dan tren modern Indonesia.
