Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat 33 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah ditangani sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan kondisi kekeringan semakin meluas dalam beberapa pekan terakhir. Hujan yang minim terjadi hampir di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, terutama sejak akhir Juli hingga awal Agustus.
Menurut Asbudianto, kekeringan sebenarnya telah berlangsung sejak Januari, tetapi pada awal tahun dampaknya belum dirasakan secara merata karena sebagian daerah masih mengalami musim hujan. Situasi berubah ketika curah hujan turun drastis dalam beberapa pekan terakhir.
“Karhutla ini memang terjadi akibat fenomena El Nino yang sudah dalam kondisi sangat kuat,” kata Asbudianto di Palu, Selasa.
Sejumlah wilayah yang tercatat mengalami karhutla antara lain Kabupaten Tojo Una-Una, Parigi Moutong, Banggai, Poso, serta Banggai Kepulauan. Kondisi vegetasi yang mengering membuat lahan lebih mudah terbakar, sementara angin kering dapat mempercepat penyebaran api.
Setiap laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan peralatan pemadam. BPBD juga bekerja bersama TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta instansi terkait untuk mengendalikan api dan mencegahnya mencapai kawasan permukiman.
BPBD Sulteng turut memperkuat langkah pencegahan dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan maupun membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar. Imbauan tersebut dinilai penting karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar November.
Asbudianto mengatakan penanganan di lapangan tidak selalu mudah. Lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan atau perkebunan masyarakat kerap sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.
Masyarakat diminta segera melaporkan kebakaran maupun bencana hidrometeorologi lain melalui Sistem Informasi Tanggap Bencana (SiGANA) agar petugas dapat bergerak lebih cepat.
Jurnalis independen yang fokus pada berita terkini Indonesia, media digital, dan isu internasional.
