BRIN Perluas Riset Sungai Bawah Tanah untuk Perkuat Ketahanan Air

BRIN Perluas Riset Sungai Bawah Tanah untuk Perkuat Ketahanan Air - JakartaReport.com

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat penelitian mengenai sungai bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan air nasional sekaligus mendukung strategi jangka panjang pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengunjungi Goa Barat di Kebumen pada Minggu untuk meninjau langsung salah satu sumber air tawar bawah tanah utama di kawasan tersebut. Sungai bawah tanah ini selama ini menjadi sumber air bersih bagi masyarakat sekitar sekaligus memiliki potensi besar untuk pengembangan riset.

Menurut Arif, BRIN saat ini memprioritaskan penelitian yang berfokus pada pemetaan sistem sungai bawah tanah guna memahami karakteristiknya secara lebih mendalam serta mengembangkan teknologi yang dapat mendukung pengelolaan air secara berkelanjutan.

“Salah satu prioritas riset kami saat ini adalah menelusuri aliran sungai bawah tanah agar dapat memahami karakteristiknya dengan lebih baik sekaligus mengoptimalkan potensinya,” ujar Arif dalam keterangan yang dirilis pada Senin.

Selain memetakan jalur aliran air bawah tanah, BRIN juga memfokuskan penelitian pada peningkatan kualitas air. Hasil penelitian awal menunjukkan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) yang cukup tinggi pada sumber air bawah tanah tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, BRIN tengah mengembangkan teknologi pengolahan air yang diharapkan mampu menghasilkan air bersih yang aman digunakan oleh masyarakat.

“Kami sedang mengembangkan solusi untuk meningkatkan kualitas air karena sungai bawah tanah ini diduga memiliki kandungan E. coli yang cukup tinggi. Tujuan kami adalah menyediakan teknologi pengolahan yang efektif agar masyarakat dapat memanfaatkan air yang aman dan bersih,” jelas Arif.

Dalam kunjungannya, Arif juga meninjau Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Karangsambung milik BRIN di Kebumen. Di lokasi tersebut, ia berdiskusi dengan para peneliti mengenai arah prioritas riset ilmiah pada masa mendatang.

Fasilitas tersebut memiliki museum geologi, koleksi batuan, serta berbagai laboratorium khusus yang mendukung beragam penelitian di bidang ilmu kebumian.

Arif menilai diskusi tersebut menjadi momentum penting untuk menyusun agenda riset strategis BRIN, khususnya dalam bidang geologi dan teknologi pengelolaan air, guna memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi tantangan krisis air di masa depan.

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari paparan BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 28 Juli 2026 yang membahas mitigasi cuaca ekstrem dan penanggulangan bencana.

Dalam kesempatan tersebut, BRIN memperkenalkan 13 teknologi ketahanan air yang beberapa di antaranya mendapat perhatian khusus dari Presiden sebagai solusi potensial untuk mendukung ketahanan air nasional serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

BRIN berharap penelitian berkelanjutan mengenai sistem sungai bawah tanah dan pengembangan teknologi pengolahan air dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus memperkuat upaya nasional dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist, News Writer, and PR Professional with over 4.5+ years of experience in digital publishing, journalism, press release writing, and SEO content development. She specializes in business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, creating well-researched and engaging content for media platforms, brands, and global audiences. Throughout her career, she has contributed to news articles, press releases, industry reports, and thought leadership content, helping organizations communicate complex ideas with clarity and credibility. Her work is driven by a commitment to accuracy, research, and delivering valuable insights that inform and engage readers.