KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Kereta Diesel Dukung Transisi Energi

KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Kereta Diesel Dukung Transisi Energi
Ilustrasi. Foto: KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Kereta Diesel Dukung Transisi Energi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menerapkan biodiesel B50 pada armada berbasis diesel sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan transisi energi nasional. Seluruh sarana diesel perusahaan, termasuk lokomotif dan kereta pembangkit, telah dipersiapkan untuk menggunakan bahan bakar dengan kandungan 50 persen biodiesel tersebut.

Kesiapan KAI mengikuti kebijakan mandatori B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026. Sebelum implementasi, perusahaan menjalani serangkaian pengujian teknis bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan penggunaan bahan bakar baru tidak mengganggu keselamatan perjalanan maupun keandalan operasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengujian dilakukan dengan memantau sejumlah aspek penting pada sarana perkeretaapian. Untuk lokomotif, evaluasi mencakup respons mesin, kestabilan pembakaran, konsumsi bahan bakar, serta kondisi komponen utama selama beroperasi.

Sementara itu, pengujian pada kereta pembangkit difokuskan pada kinerja genset, tingkat konsumsi bahan bakar, emisi, kondisi filter, dan daya tahan operasi. Kereta pembangkit memiliki peran penting dalam menyediakan listrik untuk mendukung berbagai fasilitas dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Penerapan B50 menjadi kelanjutan dari penggunaan biodiesel secara bertahap di lingkungan KAI. Sebelumnya, perusahaan telah memanfaatkan campuran B35 dan B40 pada sarana diesel. Pengalaman tersebut menjadi dasar untuk memperkuat kesiapan teknis ketika komposisi bahan bakar nabati ditingkatkan.

B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar. Kebijakan ini diarahkan untuk memperbesar pemanfaatan sumber energi domestik, mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

KAI memastikan proses transisi tetap disertai pemantauan dan evaluasi terhadap performa armada. Perusahaan menargetkan penggunaan B50 dapat mendukung agenda energi nasional tanpa mengurangi standar keselamatan, keandalan perjalanan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Website |  + posts