Produsen otomotif premium asal China, Hongqi, semakin mempertegas ambisinya di segmen mobil ultra-mewah dengan menantang dominasi merek-merek Eropa seperti Rolls-Royce, Bentley, dan Mercedes-Benz di pasar domestik. Melalui strategi yang mengedepankan identitas budaya China, Hongqi berupaya membangun citra sebagai simbol kemewahan baru bagi konsumen kelas atas.
Langkah tersebut terlihat dari peluncuran Golden Sunflower Guoli pada Beijing Auto Show 2026. Sedan premium itu dipasarkan dengan harga sekitar 1,6 juta dolar AS atau sekitar Rp28,8 miliar, menempatkannya langsung di kelas kendaraan yang selama ini dikuasai produsen mobil mewah asal Inggris dan Eropa.
Berbeda dengan kompetitor yang sering menonjolkan performa mesin maupun teknologi berkendara, Hongqi memilih menghadirkan nilai eksklusivitas melalui sentuhan seni, budaya, dan kerajinan tangan khas China sebagai daya tarik utama produknya.
Mengusung Kemewahan Bernuansa Budaya
Ketua FAW Group, Qiu Xiandong, menyebut Golden Sunflower Guoli sebagai representasi kepercayaan diri industri otomotif China dalam menghadirkan produk mewah yang berakar pada budaya nasional.
Filosofi tersebut diwujudkan melalui pengerjaan interior yang sangat detail. Salah satu elemen paling mencolok adalah sulaman khusus pada kabin yang dikerjakan secara manual selama lebih dari 1.200 jam oleh pengrajin terpilih.
Proses tersebut menggunakan sekitar 100 helai benang sutra dengan berbagai warna dan ketebalan yang bahkan lebih tipis dibandingkan rambut manusia. Hasil akhirnya menciptakan motif menyerupai awan pada bagian plafon kendaraan, memberikan kesan artistik yang menjadi ciri khas model tersebut.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Hongqi tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menghadirkan karya seni yang menggabungkan kemewahan dengan warisan budaya China.
Penjualan Tunjukkan Tren Positif
Strategi yang menonjolkan identitas budaya mulai membuahkan hasil di pasar domestik. Berdasarkan data FAW Group, lini Golden Sunflower yang diperkenalkan sejak 2024 berhasil mencatat penjualan sekitar 1.400 unit sepanjang tahun berikutnya.
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa konsumen premium di China mulai memberikan perhatian lebih terhadap merek lokal yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan produsen otomotif Eropa.
Sebagai perbandingan, lembaga riset industri MarkLines memperkirakan Rolls-Royce hanya membukukan sekitar 700 registrasi kendaraan di China sepanjang 2025, sementara total penjualan global merek tersebut mencapai 5.664 unit.
Perbandingan tersebut memperlihatkan semakin ketatnya persaingan di segmen kendaraan ultra-premium, terutama di pasar otomotif terbesar dunia.
Siapkan Ekspansi ke Pasar Global
Setelah memperkuat posisinya di dalam negeri, Hongqi kini mulai mengarahkan strategi ekspansi ke pasar internasional. Perusahaan dikabarkan tengah mempersiapkan kehadiran resminya di Malaysia serta memperluas jaringan penjualan di Rusia.
Rusia dinilai menjadi salah satu pasar potensial karena berkurangnya kehadiran sejumlah produsen premium asal Eropa akibat berbagai pembatasan perdagangan internasional. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Hongqi untuk memperkenalkan kendaraan mewah buatannya kepada konsumen yang sebelumnya didominasi merek seperti BMW, Mercedes-Benz, maupun Rolls-Royce.
Dengan mengombinasikan kemewahan, sentuhan budaya, dan strategi ekspansi global, Hongqi berupaya mengubah persepsi bahwa mobil ultra-premium tidak lagi hanya identik dengan merek Eropa. Langkah ini sekaligus memperlihatkan meningkatnya daya saing industri otomotif China di segmen kendaraan mewah dunia.
