Ukraina melancarkan serangan drone berskala besar ke wilayah Moskow pada malam hingga dini hari. Sejumlah fasilitas strategis, termasuk depot penyimpanan minyak dan pusat logistik, dilaporkan menjadi sasaran dalam serangan tersebut.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan lebih dari 400 drone diarahkan ke wilayah Moskow sepanjang malam. Menurutnya, sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat sebagian besar drone sebelum mencapai ibu kota, termasuk 85 drone yang dihancurkan saat mendekati Moskow.
Sejumlah laporan di media sosial dan kanal Telegram Rusia memperlihatkan kepulan asap hitam di Kota Podolsk, sekitar 40 kilometer di selatan Kremlin. Asap tersebut diduga berasal dari depot minyak yang terbakar setelah terkena serangan, meski informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Selain depot minyak, kebakaran juga dilaporkan terjadi di gudang milik perusahaan ritel daring Wildberries di kawasan Kolyedino. Otoritas Rusia juga menyelidiki kebakaran pada sebuah bangunan permukiman di Domodedovo yang diduga berkaitan dengan serangan drone.
Kantor berita Rusia TASS melaporkan enam orang mengalami luka akibat ledakan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Domodedovo. Tiga korban di antaranya merupakan warga negara asing, namun belum dipastikan apakah insiden tersebut berkaitan langsung dengan serangan drone.
Hingga saat ini pemerintah Ukraina belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv meningkatkan serangan ke wilayah Rusia sebagai bagian dari eskalasi konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
