PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi bersih melalui optimalisasi potensi panas bumi Indonesia. Langkah tersebut diarahkan untuk menyediakan pasokan listrik yang andal sekaligus mendukung keberlanjutan energi nasional.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengatakan perusahaan terus mendorong pemanfaatan sumber energi panas bumi sebagai salah satu pilihan dalam pengembangan pembangkit listrik rendah emisi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). Kedua perusahaan telah menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait pembelian tenaga listrik dari dua proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 45 megawatt (MW).
“LoI ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia,” kata Bernadus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan Ulubelu Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung serta Lahendong Binary (Bottoming) Unit dengan kapasitas 15 MW di Provinsi Sulawesi Utara.
Kedua proyek tersebut memanfaatkan teknologi binary untuk mengoptimalkan potensi panas bumi yang tersedia. Pengembangan pembangkit diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik sekaligus memperkuat bauran energi bersih dalam sistem kelistrikan.
Penandatanganan LoI dilakukan oleh Bernadus Sudarmanta dan Direktur Utama PGE Ahmad Yani di Jakarta pada Rabu. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan memperluas kerja sama pengembangan energi panas bumi.
Dalam perencanaan kerja sama strategis tersebut, potensi kapasitas pengembangan bahkan diproyeksikan dapat mencapai 230 MW. Angka tersebut menunjukkan ruang pengembangan yang masih besar untuk mengoptimalkan sumber daya panas bumi melalui proyek-proyek pembangkit berikutnya.
Bernadus menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan energi panas bumi karena potensi sumber daya yang tersebar di berbagai wilayah. Pemanfaatan potensi tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” ujar Bernadus.
Pengembangan pembangkit panas bumi juga memiliki peran strategis karena karakteristiknya dapat mendukung penyediaan listrik yang lebih stabil dibandingkan sumber energi terbarukan yang bergantung pada kondisi cuaca.
Melalui kerja sama tersebut, PLN IP dan PGE berupaya mempercepat pemanfaatan energi panas bumi dari sisi hulu hingga pemanfaatan listrik. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat sinergi antarperusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
Ke depan, perluasan kapasitas pembangkit panas bumi diharapkan dapat mendukung kebutuhan listrik yang terus meningkat serta membantu pencapaian target transisi energi. Pengembangan sumber energi domestik juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Kontributor berita yang meliput perkembangan bisnis, ekonomi, dan kebijakan publik.
